PROSES OKSIGENASI
Oksigenasi adalah pemenuhan akan
kebutuhan oksigen (O2). Kebutuhan fisiologis oksigenasi merupakan kebutuhan
dasar manusia yang digunakan untuk kelangsungan metabolisme sel tubuh, untuk
mempertahankan hidupnya, dan untuk aktivitas berbagai organ atau sel. Apabila
lebih dari 4 menit orang tidak mendapatkan oksigen maka akan berakibat pada
kerusakan otak yang tidak dapat diperbaiki dan biasanya pasien akan meninggal.
Proses pemenuhan kebutuhan oksigenasi di dalam tubuh terdiri at as tiga tahapan, yaitu ventilasi, difusi, dan transportasi.
1. Ventilasi : Proses ini merupakan proses keluar dan masuknya oksigen dan atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer. Proses ventilasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
a. Adanya perbedaan tekanan antara atmosfer dengan paru,
b. Adanya kemampuan
toraks dan paru pada alveoli
c. Adanya jalan napas
yang dimulai dari hidung hingga
d. Adanya refleks batuk
dan muntah.
e. Adanva peran mukus siliaris scbagai penangkal benda asing.
Pusat pernapasan yaitu medulla oblongata dan pons dapat memengaruhi proses ventilasi.
e. Adanva peran mukus siliaris scbagai penangkal benda asing.
Pusat pernapasan yaitu medulla oblongata dan pons dapat memengaruhi proses ventilasi.
2. Difusi Gas : merupakan
pertukaran antara oksigen di alveoli dengan kapiler paru dan CO, di kapiler
dengan alveoli. Proses pertukaran ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
a. Luasnya permukaan paru.
b. Tebal membran respirasi/permeabilitas
a. Luasnya permukaan paru.
b. Tebal membran respirasi/permeabilitas
c. Perbedaan tekanan
dan konsentrasi O2
d. Afinitas gas yaitu
kemampuan untuk menembus dan saling mengikat Hb.
3. Transportasi Gas : merupakan proses pendistribusian antara O2 kapiler ke jaringan tubuh dan CO2 jaringan tubuh ke kapiler. Transportasi gas dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranva:
a. Kardiak output yang dapat dinilai melalui isi sekuncup dan frekuensi denyut jantung.
b. Kondisi pembuluh darah, latihan, dan lain-lain.
3. Transportasi Gas : merupakan proses pendistribusian antara O2 kapiler ke jaringan tubuh dan CO2 jaringan tubuh ke kapiler. Transportasi gas dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranva:
a. Kardiak output yang dapat dinilai melalui isi sekuncup dan frekuensi denyut jantung.
b. Kondisi pembuluh darah, latihan, dan lain-lain.
Faktor-faktor yang
Memengaruhi Kebutuhan Oksigenasi
1. Saraf Otonomik
1. Saraf Otonomik
Pada rangsangan simpatis dan
parasimpatis dari saraf otonom dapat memengaruhi kemampuan untuk dilatasi dan
konstriksi. Hal ini dapat terlihat baik oleh simpatis maupun parasimpatis
ketika terjadi rangsangan, ujung saraf dapat mengeluarkan neurotransmiter
(untuk simpatis dapat mengeluarkan noradrenalin yang berpengaruh pada
bronkodilatasi dan untuk parasimpatis mengeluarkan asetilkolin yang berpengaruh
pada bronkokonstriksi) karena pada saluran pernapasan terdapat resoptor
adrenergik dan reseptor kolinergik.
2.
Hormonal dan Obat
Semua hormon termasuk derivat
katekolamin dapat, melebarkan saluran pernapasan. Obat yang tergolong
parasimpatis dapat melebarkan saluran napas, seperti sulfas atropin, ekstrak
Belladona dan obat yang menghambat adrenergik tipe beta (khususnya beta-2)
dapat mempersempit saluran napas (bronkokontriksi), seperti obat yang tergolong
beta bloker nonselektif.
3.
Alergi pada Saluran Napas
Baktor yang menimbulkan keadaan
alergi, antara lain debu yang terdapat di dalam hawa pernapasan, bulu binatang,
serbuk benangsari bunga, kapuk, makanan, dan lain-lain. lni menyebabkan bersin.
Apahila ada rangsangan di daerah nasal, batuk apabila di saluran napas bagian
atas, dan bronkokontriksi terjadi pada asma bronkial, dan jika terletak saluran
napes bagian bawah menyebabkan rhinitis.
4.
Faktor Perkembangan
Tahap
perkembangan anak dapat memengaruhi jumlah kebutuhan oksigenasi, mengingat usia
organ dalam tubuh seiring dengan usia perkembangan anak. Hal ini dapat terlihat
pada bayi usia prematur, yaitu adanya kecenderungannya kurang pembentukan
surfaktan. Demikian juga setelah anak tumbuh menjadi dewasa kemampuan
kematangan organ seiring dengan bertambahnva usia.
5.
Faktor Lingkungan
Kondisi lingkungan
dapat memengaruhi kebutuhan oksigen seperti faktor alergi, ketinggian, maupun
suhu. Kondisi tersebut memengaruhi kemampuan adaptasi.
6.
Faktor Perilaku.
Perilaku yang dimaksud adalah
perilaku dalam mengkonsumsi makanan (status nutrisi), seperti orang obesitas
dapat memengaruhi dalam proses pengembangan paru, kemudian perilaku aktivitas
yang dapat mempengaruhi proses peningkatan kebutuhan oksigenasi, perilaku
merokok dapat menyebabkan proses penyempitan pada pembuluh darah, dan
lain-lain.
ΓΌ Gangguan/Masalah Kebutuhan Oksigenasi
1. Hipoksia : merupakan kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh akibat defisiensi oksigen atau peningkatan penggunaan oksigen di tingkat sel.
1. Hipoksia : merupakan kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh akibat defisiensi oksigen atau peningkatan penggunaan oksigen di tingkat sel.
Contoh : Pucat.
2. Perubahan Pola Pernapasan
a. Tachypnea merupakan pernapasan yang memiliki frekuensi melebihi 24 kali per menit.
b. Bradypnea merupakan pola pernapasan yang ditandai dengan pola lambat, kurang lebih 10 kali permenit.
c. Hiperventilasi merupakan cara tubuh dalam mengompensasi peningkatan jumlah oksigen dalam paru agar pernapasan lebih cepat dan dalam.
2. Perubahan Pola Pernapasan
a. Tachypnea merupakan pernapasan yang memiliki frekuensi melebihi 24 kali per menit.
b. Bradypnea merupakan pola pernapasan yang ditandai dengan pola lambat, kurang lebih 10 kali permenit.
c. Hiperventilasi merupakan cara tubuh dalam mengompensasi peningkatan jumlah oksigen dalam paru agar pernapasan lebih cepat dan dalam.
d. Kusmaul merupakan pola pernapasan cepat dan dangkal yang dapat
ditemukan pada orang dalam keadaan asidosis metaholik.
e. Hipoventilasi merupakan upaya tubuh untuk mengeluarkan karbondioksida dengan cukup yang dilakukan pada saat ventilasi alveolar.
e. Hipoventilasi merupakan upaya tubuh untuk mengeluarkan karbondioksida dengan cukup yang dilakukan pada saat ventilasi alveolar.
f. Dispnea merupakan perasaan sesak dan berat: saat pernapasan.
h. Cheyne stokes merupakan siklus pernapasan yang amplitudonya
mulamula naik kemudian menurun dan berhenti dan kemudian mulai dari siklus
baru.
i. Pernapasan paradoksial merupakan pernapasan di mana dinding paru bergerak berlawanan arah dari keadaan normal.
j. Biot merupakan pernapasan dengan irama yang mirip dengan cheyne stokes akan tetapi amplitudonya tidak teratur.
i. Pernapasan paradoksial merupakan pernapasan di mana dinding paru bergerak berlawanan arah dari keadaan normal.
j. Biot merupakan pernapasan dengan irama yang mirip dengan cheyne stokes akan tetapi amplitudonya tidak teratur.
k. Stridor merupakan pernapasan bising yang terjadi karena
pe;nyempitan pada saluran pernapasan.
3.
Obstruksi jalan napas merupakan suatu kondisi individu
mengalami ancaman pada kondisi pernapasannya terkait dengan ketidakmampuan
batuk secara efektif
4.
Pertukaran Gas : merupakan suatu kondisi individu
mengalami penurunan gas baik oksigen maupun karbon dioksida antara alveoli paru
dan sistem vaskular.


0 komentar:
Posting Komentar