A. TEORI
SISTEM
Teori Sistem Sistem
berasal dari bahasa Latin (systema) dan bahasa Yunani (sustema) adalah suatu
kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk
memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Sistem merupakan suatu kerangka
kerja yang berhubungan dengan keseluruhan aspek sosial manusia, struktur,
masalah-masalah organisasi, serta perubahan hubungan internal dan lingkungan
disekitarnya. Sistem tersebut terdiri atas tujuan, proses dan isi.
Tujuan Sistem : Suatu
sistem adalah untuk mencapai suatu tujuan (goal) atau mencapai suatu sasaran
(objectives) atau adalah sesuatu yang harus dilaksanakan sehingga tujuan dapat
memberikan arah pada sistem. Goal meliputi ruang lingkup yang luas, sedangkan
objectives meliputi ruang lingkup yang sempit. Kalau suatu sistem tidak
mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari
sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran
yang akan dihasilkan sistem. Karena suatu system dikatakan berhasil jika
mencapai tujuan dan dikatakan gagal jika tujuannya tersebut tidak tercapai.
Proses berfungsi dalam memenuhi tujuan yang hendak dicapai, dan Isi terdiri
atas bagian yang membentuk suatu sistem. Dalam mempelajari sistem, maka
terlebih dahulu harus memahami teori tentang sistem. Karena teori tentang
sistem akan memudahkan dalam memecahkan persoalan yang ada dalam sistem. Sistem
tersebut terdiri dari subsistem yang membentuk sebuah sistem yang antara satu
dengan yang lainnya harus saling mempengaruhi. Sistem merupakan suatu komponen
yang didalamnya memiliki subsistem yang saling berhubungan untuk mencapai suatu
tujuan yang jelas sistem secara umum dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
1) Sistem sebagai suatu
wujud Apabila bagian-bagian yang terhimpun dalam sistem tersebut membentuk
suatu wujud yang ciri-cirinya dapat dideskripsikan dengan jelas. Sistem wujud
dapat di bedakan atas dua macam yaitu : a. Sistem sebagai suatu wujud yang
konkret b. Sistem sebagai suatu wujud yang abstrak
2) Sistem sebagai suatu
metode Apabila bagian-bagian yang terhimpun dalam sistem tersebut membentuk
suatu metode yang dapat digunakan sebagai alat dalam melakukan pekerjaan
administrasi. - Ciri-ciri system Menurut Elias M. Awad (1979) Sistem bukanlah
sesuatu yang berada diruanghampa melainkan selalu berinteraksi dengan
lingkungan. Bergantung pada pengaruh interaksi dengan lingkungan tersebut
sistem di bedakan atas dua maacam yaitu :
a. Sistem bersifat terbuka Sistem yang
dicirikan oleh tingkat interaksi sistem tersebut dengan lingkungan sekitarnya.
Sebuah sistem terbuka adalah terdapat dalam suatu lingkungan yang dengannya
sistem tersebut berinteraksi, sistem terbuka tersebut memperoeh asupan dan
terhadap lingkungan sistem tersebut memberikan keluaran. Interaksi lingkungan sangat
penting bagi keberlangsungan hidup sistem tersebut ( Buckley, 1967).
Berdasarkan definisi ini suatu sistem yang hidup adalah sestem terbuka.
b. Sistem bersifat
tertutup Secara teoritis, sebuah sistem tertutup berbeda dengna sistem terbuka,
sistem ini tidak berinteraksi dengan lingkungan. Sebuah inti yang self
complete, untuk kelangsungan hidupnya, sistem ini tidak tergantung kepada
pertukaran lingkungan yang berlangsung terus-menerus. Karena belum ada sistem
tertutup murni yang mendemonstrasikan dalam realita, tertutup menyatakan suatu
kurangnya pertukaran energi yang melewati batas-batas suatu sistem(Parson &
Bales, 1955). - Unsur-unsur sistem sistem terbentuk atas bagian atau elemen
yang saling berhubungan dan mempengaruhi. a) Masukan (input) adalah kumpulan
bagian atau elemen yang terdapat dalam sistem dan yang diperlukan untuk dapat
berfungsinya sistem tersebut. b) Proses (proces) adalah kumpulan bagian yang
terdapat dalam sistem dan yang berfungsi untuk mengubah masukan menjadi
keluaran yang direncanakan. c) Keluaran (output) adalah kumpulan bagian yang
dihasilkan dari berlangsungnya proses sistem d) Umpan balik (feed back) adalah
kumpulan bagian yang merupakan keluaran dari sistem sekaligus sebagai masukan
bagi sistem tersebut. e) Dampak (impact) adalah akibat yang dihasilkan oleh
keluaran suatu sistem f) Lingkungan (environment) adalah dunia di luar sistem
yang tidak dikelola oleh sistem, tetapi mempunyai pengaruh besar terhadap
sistem. . Pendekatan Yang Dapat digunakan untuk Menerangkan Dalam Sistem a.
Prosedur Prosedur yaitu “suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang
berupa urutan kegiatan yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk
mencapai tujuan tertentu”. Prosedur adalah “rangkaian operasi klerikal (tulis
menulis), yang melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen
yang digunakan untuk menjamin penanganan yang seragam. b. Komponen/elemen
Komponen yaitu “kumpulan komponen yang saling berkaitan dan bekerja sama untuk
mencapai suatu tujuan tertentu”. Suatu sistem dapat terdiri dari beberapa
subsistem, dan sub-sub sistem tersebut dapat pula terdiri dari beberapa sub-sub
sistem yang lebih kecil. Dalam keperawatan, teori sistem merupakan suatu
kesatuan yang harus di pelajari oleh seorang perawat sehingga dapat diterapkan
dalam proses pelayanan kesehatan pada masyarakat. Dalam sistem ada beberapa
subsistem yang saling mendukung. Dalam hal ini perawat harus mengetahui apa
keluhan atau masalah yang dialami pasien di dalam kehidupan masyarakat, di sini
seorang perawat harus tahu bagaimana mempelajari masalah yang timbul dalam
kehidupan masyarakat karena persepsi setiap orang dalam menanggapi suatu
masalah yang terjadi berbeda. Proses tindakan yang akan di lakukan perawat
untuk mengubah masukan yang telah muncul dalam kehidupan masyarakat, perawat
harus mengubah cara pikir dari masyarakat terhadap berbagai masukan yang
muncul. Setelah memberikan pelayanan kesehatan perawat melihat dan memahami
bagaimana cara dari anggota masyarakat dalam menerima pelayanan kesehatan serta
dampak atau apa akibat yang timbul dalam masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan yang di berikan. akan memberikan Umpan balik terhadap pelayanan
kesehatan yang diberikan perawat, dan pasien akan bertanya atau memberikan
kritik tentang suatu masalah yang di hadapi. Beberapa teori keperawatan
menggunakan sistem teori sebagai dasar. Sebagai contoh. Neuman (1995)
menggambarkan sebuah model manusia keseluruhan dan pendekatan sistem terbuka.
Sebagai sistem terbuka, manusia berhubungan dengan lingkungan. Lingkungan eksternal
maupun internal, dan interaksi manusia terhadap tekanan lingkungan, dapat
mempengaruhi kesejahteraan klien. Disamping itu juga, Perawat harus mengetahui
bagaimana lingkungan kediaman dari pasien tersebut sehingga memudahkan perawat
mengetahui apa sebernarnya yang dialami pasien sampai menyebabkan penyakit.
Perlu di ketahui jika dalam suatu sistem telah kehilangan satu komponen maka
sistem tersebut tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Suatu sistem akan
berjalan dengan baik apabila di lakukan secara bertahap dan tetap berdasarkan
tujuan. Sebuah sistem merupakan kumpulan dari berbagai komponen. Komponen
tersebut saling berhubungan dan merupakan bagian dari suatu tujuan umum untuk
membentuk satu kesatuan. Ada dua jenis system dalam keperawatan, yaitu terbuka
dan tertutup. Sistem terbuka, seperti organ tubuh manusia atau suatu proses
seperti proses keperawatan, interaksi dengan lingkungan, serta perubahan antara
sistem dan lingkungan. Sistem tertutup, seperti reaksi kimia dalam suatu tabung
uji tidak berhubungan dengan lingkungan. Layaknya semua system. proses keperawatan
mempunyai tujuan khusus.
Tujuan proses
keperawatan adalah untuk mengatur dan menyampaikan pendekatan individual kepada
asuhan keperawatan. Sebagai suatu sistem, proses keperawatan mempunyai
komponen-komponen, berikut :
1) Masukan masukan
dalam proses keperawatan adalah data atau informasi yang berasal dari
pengkajian klien (misalnya bagaimana klien berhubungan dengan lingkungan dan
fungsi fisiologis klien).
2) Hasil hasil
merupakan produk akhir dari sistem dan dalam hal proses keperawatan adalah
dimana status kesehatan klien mengalami kemajuan atau tetap stabil sebagai
hasil asuhan keperawatan.
3) Umpan balik Umpan
balik berperan untuk memberikan informasi sebuah sistem tentang bagaimana
sistem berfungsi. Sebagai contoh, dalam proses keperawatan hasil menggambarkan
respons klien terhadap intervensi keperawatan.
4) Isi Isi adalah
produk dan informasi yang berasal dari sistem. Selain itu, penggunaan proses
keperawatan sebagai sampel, isi merupakan informasi tentang pelayanan
keperawatan untuk klien dengan masalah kesehatan tertentu. Sebagai contoh,
klien dengan gangguan mobilitas memerlukan kebutuhan dan intervensi perawatan
kulit ( misalnya higienis dan pengaturan perubahan posisi tubuh) yang dapat
mengurangi resiko terjadinya ulkus akibat tekanan.
B. KONSEP BERUBAH
Konsep Berubah adalah
bagian dari kehidupan setiap orang; berubah adalah cara seseorang bertumbuh,
berkembang, dan beradaptasi. Perubahan dapat positif atau negatif terencana
atau tidak terencana. Banyak definisi pakar tentang berubah , dua diantaranya
yaitu :
1) Berubah merupakan
kegiatan atau proses yang membuat sesuatu atau seseorang berbeda dengan keadaan
sebelumnya (Atkinson,1987)
2) Berubah merupakan
proses yang menyebabkan perubahan pola perilaku individu atau institusi
(Brooten,1978) Perubahan adalah proses membuat sesuatu yang berbeda dari
sebelumnya ( Sullivan dan Decker,2001). Ada empat tingkat perubahan yang perlu
diketahui yaitu pengetahuan, sikap, perilaku, individual, dan perilaku
kelompok. Setelah suatu masalah dianalisa, tentang kekuatannya. Maka pemahaman
tentang tingkat-tingkat perubahan dan siklus perubahan akan dapat berguna.
Hersey dan Blanchard (1977) menyebutkan dan mendiskusikan empat tingkatan perubahan.
1) Perubahan pertama
dalam pengetahuan cenderung merupakan perubahan yang paling mudah dibuat karena
bisa merupakan akibat dari membaca buku, atau mendengarkan dosen. Sedangkan
perubahan sikap biasanya digerakkan oleh emosi dengan cara yang positif dan
atau negatif. Karenanya perubahan sikap akan lebih sulit dibandingkan dengan
perubahan pengetahuan.
2) perilaku individu.
Misalnya seorang manajer mungkin saja mengetahui dan mengerti bahwa keperawatan
primer jauh lebih baik dibandingkan beberapa model asuhan keperawatan lainnya,
tetapi tetap tidak menerapkannya dalam perilakunya karena berbagai alasan,
misalnya merasa tidak nyaman dengan perilaku tersebut.
3) Perilaku kelompok
merupakan tahap yang paling sulit untuk diubah karena melibatkan banyak orang .
Disamping kita harus merubah banyak orang, kita juga harus mencoba mengubah
kebiasaan adat istiadat, dan tradisi juga sangat sulit.
4) Dari sikap yang
mungkin muncul maka perubahan bisa kita tinjau dari dua sudut pandang yaitu
perubahan partisipatif dan perubahan yang diarahkan. Perubahan Partisipatif
akan terjadi bila perubahan berlanjut dari masalah pengetahuan ke perilaku
kelompok. Pertama-tama anak buah diberikan pengetahuan, dengan maksud mereka
akan mengembangkan sikap positif pada subjek. Karena penelitian menduga bahwa
orang berperilaku berdasarkan sikap-sikap mereka maka seorang pemimpin akan
menginginkan bahwa hal ini memang benar. Sesudah berprilaku dalam cara tertentu
maka orang-orang ini menjadi guru dan karenanya mempengaruhi orang lain untuk
berperilaku sesuai dengan yang diharapkan.
Jadi Perubahan adalah
suatu proses dimana terjadinya peralihan atau perpindahan dari status tetap
(statis) menjadi status yang bersifat dinamis. Artinya dapat menyesuaikan diri
dari lingkungan yang ada. Perubahan dapat mencakup keseimbangan personal,
sosial maupun organisasi untuk dapat menjadikan perbaikan atau penyempurnaan
serta dapat menerapkan ide atau konsep terbaru dalam mencapai tujuan tertentu.
Proses berubah bersifat integral dengan banyak bidang keperawatan, seperti
pendidikan kesehatan, perawatan klien, dan promosi kesehatan. Proses berubah
ini melibatkan klien individu, keluarga, komunitas, organisasi, keperawatan
sebagai profesi, dan seluruh sistem pemberian perawatan kesehatan. Perubahan
dapat meliputi mendapatkan pengetahuan, mendapatkan keterampilan baru, atau
mengadaptasi pengetahuan saat ini dari segi informasi baru. Perubahan ini
terutama sulit saat muncul tantangan terhadap nilai dan keyakinan seseorang,
cara berpikir, atau cara berhubungan. Misalnya, orang yang kecewa menjadi marah
dan berbuat negatif serta melakukan perilaku destruktif (Tomey,2000). Bagi
sebagian individu, perubahan dapat dipandang sebagai suatu motivator dalam
meningkatkan prestasi atau penghargaan. Tapi kadang-kadang perubahan juga
dipandang sebagai sesuatu yang mengancam keberhasilan seseorang dan hilangnya
penghargaan yang selama ini didapat.
Perubahan muncul dalam
beberapa macam, ada yang bersifat positif dan yang bersifat negatif. Perubahan
positif dapat membawa pandangan individu menjadi lebih berkembang, menjadi
lebih luas cara berpikirnya. Perubahan negatif dapat menyebabkan individu
menjadi menurun atau terfokus pada hal-hal yang dapat merugikan dirinya
sendiri. Perawat harus mengetahui sampai sejauh mana pengetahuan dari individu
sehingga memudahkannya untuk mengetahui apakah perubahan yang terjadi pada
pasien sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Disamping itu perubahan yang
terjadi pada seorang pasien bergantung pada bagaimana sikap seorang perawat
melakukan pelayanan kesehatan. Contohnya, dalam memberikan pelayanan kepada
seorang pasien yang sedang sakit parah. Peran seorang perawat disini sangat
penting, karena seorang pasien yang sakit parah sangat membutuhkan banyak
dukungan bahkan perhatian baik dari keluarganya maupun dari perawat itu
sendiri. Tapi jika sikap seorang perawat itu tidak memperhatikan apa yang
sedang dibutuhkan pasien tersebut maka dalam hal ini, seorang perawat di anggap
gagal dalam melakukan pelayanan terhadap pasien. Karena
salah satu bagian yang sangat penting, ketika menjadi seorang perawat adalah
bagian dari melayani. - Respon Terhadap Suatu Perubahan Faktor-faktor yang akan
merangsang penolakan terhadap perubahan misalnya, kebiasaan, kepuasan akan diri
sendiri dan ketakutan yang melibatkan ego. Orang-orang biasanya takut berubah
karena kurangnya pengetahuan, prasangka yang dihubungkan dengan pengalaman dan
paparan dengan orang lain serta ketakutan pada perlunya usaha yang lebih besar
untuk menghadapi kesulitan yang lebih tinggi. Beberapa contoh ketakutan yang
mungkin dialami seseorang dalam suatu perubahan antara lain :
1) Takut karena tidak tahu
2) Takut karena
kehilangan kemampuan, keterampilan atau keahlian yang terkait dengan
pekerjaannya
3) Takut karena kehilangan kepercayaan / kedudukan
4) Takut karena
kehilangan imbalan
5) Takut karena
kehilangan penghargaan,dukungan dan perhatian orang lain.
1. Kecepatan Perubahan
Kecepatan suatu perubahan akan meliputi berbagai aspek di antaranya : a. Jenis
dan kecepatan suatu perubahan akan mempengaruhi sistem respon terhadap
perubahan itu sendiri, b. Perubahan yang terjadi dengan cepat memungkinkan
seseorang resisten terhadap perubahan, c. Perubahan yang sangat lambat,
biasanya diasumsikan sebagai yang mudah untuk diimplementasikan.
2. Pola Perubahan Pola
perubahan meliputi : a. Perubahan dapat berlangsung terus menerus ,
kadang-kadang, atau jarang, b. Perubahan yang dapat diprediksi menungkinkan
adanya persiapan, tetapi yang bersifat tiba-tiba atau tidak dapat diperkirakan
akan sulit merespon secara efektif, c. Perubahan yg tiba-tiba akan sulit untuk
ditangani.
3. Karakteristik
Perubahan Karakteristik perubahan yaitu : a. Tidak semua perubahan itu sama, b.
Tidak dapat dianalisis bersama-sama, c. Berbeda : jenis, intensitas, pola,dan
kecepatan.
4. Alasan Perubahan
diperlukan Alasan mengapa perubahan itu diperlukan dalam praktek keperawatan
yaitu: a. Meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan bagi perawat dan klien, b.
Meningkatkan profitability, c. Meningkatkan kinerja , d. Memberikan kepuasan
bagi individu dan kehidupan sosialnya.
5.Pedoman untuk
Melaksanakan Perubahan a.Keterlibatan, tdk satu orangpun mengetahui semuanya.
Oleh karena itu menghargai pengetahuan dan kemampuan orang lain serta
melibatkannya dalam perubahan.orang akan mau bekerjasama dan menerima
permbaruan kalau mereka menerima informasi tanpa ancaman dan bermanfaat bagi
dirinya. b. Motivasi, orang akan terlibat aktif bila mereka termotivasi c.
Perencanaan, perencanaan ini termasuk dimana sistem tidak bisa berjalan secara
efektif dan perubahan apa yg hrs dilaksanakan d. Legitimasi, setiap perubahan
hrs mempunyai aspek legal yg jelas, siapa yg melanggar dan dampak apa yg secara
administratif hrs diterima e. pendidikan, perubahan pd prinsipnya adalah
belajar atau mengenal cara baru utk mencapai tujuan f. Manajemen, ada fungsi
manajemen didalam melakukan perubahan, hrs ada model yang menjadi agen
perubahan g. harapan, harus ditekankan adanya harapan pada sesuatu yg lebih
baik h. asuh, bimbingan dan dukungan i. Percaya, adanya rasa percaya antar Tim.
- Perawat Sebagai Pembaharu Menurut Oslan dalam Kozier (1991) mengatakan
perawat sebagai pembaharu harus menyadari kebutuhan sosial, berorientasi pada
masyarakat dan kompeten dalam hubungan interpersonal. Pembaharu juga perlu
memahami sikap dan perilakunya, bagaimana ia menjalin kerjasama dengan orang
lain dan bagaimana perasaannya terhadap perubahan tersebut. Maukseh dan Miller
dalam Kozier menyebutkan karakteristik seorang pembaharu adalah :
1) Dapat mengatasi/
menaggung resiko. Hal ini berhubungan dengan dampak yang mungkin muncul akibat
perubahan.
2) Komitmen akan
keberhasilan perubahan. Pembaharu harus menyadari dan menilai kefektifannya
3) Mempunyai pengetahuan yang luas tentang
keperawatan termasuk hasil-hasil riset dan data-data ilmu dasar, menguasai
praktik keperawatan dan mempunyai keterampilan teknik dan interpersonal.
Fungsi pembaharu sangat
penting dalam memfasilitasi komunikasi yang efektif dalam proses berubah, agar
efektif seorang pembaharu sebaiknya :
1) Mudah ditemui oleh
mereka yang terlibat dalam proses berubah
2) Dapat diPercaya oleh
mereka yang terlibat
3) Jujur dan tegas dalam menetapkan tujuan,
perencanaan dan dalam mengatasi masalah
4) Selalu melihat
tujuan dengan jelas
5) Menetapkan tanggung
jawab dari mereka yang terlibat
6) Menjadi pendengar
yang baik = g. Konsep holistik care : caring, holisme, humamise. Konsep
Holistic Care Holistic merupakan salah satu konsep yang mendasari tindakan
keperawatan yang meliputi dimensi fisiologis, psikologis, sosiokultural, dan
spiritual. Holistik terkait dengan kesejahteraan (Wellnes).
Untuk mencapai
kesejahteraan terdapat lima dimensi yang saling mempengaruhi yaitu:
1) fisik,
2) emosional,
3) intelektual,
4) sosial.
5) spiritual.
Untuk mencapai
kesejahteraan tersebut, salah satu aspek yang harus dimiliki individu adalah
kemampuan beradaptasi terhadap stimulus. - Perbedaan Konsep Holistic Care
Dengan Konsep Ilmiah Lainnya Pandangan medis ilmiah hanya melihat hal-hal fisik
saja dalam penanganan penyakit ataupun pencegahannya. Namun pandangan holistik
berpendapat bahwa semua aspek fisik, mental, emosional, dan spiritual
berpengaruh terhadap pemeliharaan kesehatan, datangnya penyakit, maupun dalam
upaya penyembuhan dari sakit. Semua bentuk praktik keperawatan yang tujuannya
adalah membantu kesembuhan seseorang secara menyeluruh Perawat melihat pasien
sebagai manusia secara total dimana ada keterkaitan antara tubuh, pikiran, emosi,
sosial/budaya, spirit, relasi, konteks dan lingkungan (American Holistic
Nurses’ association) Asuhan keperawatan yang didasarkan kepada perawatan pasien
secara total yang mempertimbangkan kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan
spiritual seseorang ( Anderson, Anderson dan Glaze, 1994 ). Perawat perlu
mempertimbangkan respon pasien terhadap penyakitnya dan mengkaji tingkat
kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dirinya Perawat harus menjadi
teman yang mendukung dan memotivasi pasien, mendorong pasien agar pasien
memahami arti kehidupan.


0 komentar:
Posting Komentar