KONSEP BERUBAH
A.
DEFINISI KONSEP BERUBAH
Perubahan merupakan suatu proses dimana terjadinya
peralihan/ perpindahan dari status tetap (statis) mjd status yg bersifat
dinamis, artinya dpt menyesuaikan diri dengan lingkungan yg ada.
B.
SIFAT PROSES BERUBAH
- Perubahan bersifat berkembang
Sifat
perubahan ini mengikuti dari proses perkembangan yg ada, baik pd individu,
kelompok atau masyarakat scr umum.
Proses perkembangan ini dimulai dr keadaan yg paling
mendasar menuju keadaan yg optimal.
Ex: perkembangan manusiaàsifat fisik yg sllu berubah dlm tingkat perkembangan.
2. Perubahan bersifat spontan
Terjadi krn keadaan yg dapat
memberikan respons tersendiri terhadap kejadian2 yg bersifat alamiah yg diluar
kehendak manusia, sulit diprediksi, sulit diantisipasi.
Ex: Keadaan alam, longsor, banjir
3. Perubahan bersifat direncanakan
Perubahan ini dilakukan bagi
individu, kelompok atau masyarakat yg ingin mengadakan perubahan kearah yg
lebih maju atau mencapai tingkat per{an yg lebih
baik dari keadaan sebelumnya.
Ex: perubahan sistem pendidikan keperawatan di Indonesia
yang selalu mengadakan perubahan sejalan dengan perkembangan sistem pelayanan
kesh pd umumnya.
C.
TEORI – TEORI PERUBAHAN
1.
Teori Kurt Lewin (1951)
a.
Unfreezing (pencairan)
Motivasi yg kuat utk beranjak dr
keadaan semula & berubahnya keseimbangan yg ada, merasa perlu utk berubah
& berupaya utk berubah, menyiapkan diri dan siap utk berubah atau melakukan
perubahan.
EX : dari siswa
menjadi mahasiswa maka kita harus menggalkan kebiasaan dibangku siswa dan kita
harus mengikuti aturan – aturan yang berlaku di mahasiswa
b.
Moving (bergerak)
Bergerak menuju keadaan yg baru/ thp
perkembangan baru krn memiliki ckp informasi serta sikap & kemampuan utk
berubah, memahami mslh yg dihadapi & mengetahui langkah2 penyelesaian yg
hrs dilakukan kemudian melakukan langkah nyata utk berubah.
EX : ketika menjadi
siswa Cuma mendengarkan, menulis, mencontek, ketergantungan kepada guru. Tetapi
ketika di tingkat mahsiswa kita harus mencari materi sendiri , selalu siap di dalam
kelas, dan tidak bergntung kepada dosen.
c.
Refreezing (pembekuan)
Motivasi tlh mencapai tingkat atau thp
baru atau mencapai keseimbangan baru. Tngkat baru yg tlh dicapai hrs dijaga
agar tdk mengalami kemunduran atau bergerak mundur pd tingkat atau tahap
perkembangan semula.
EX : mempertahankan,
misalnya mempertahankan nilai, jika nilai kita bagus maka kita harus
mempertahankan tetpi jika nilai kita kurang baik maka diharapkan seorang
mahasiswa untuk meningkatkan cara belejar kita.
2.
Teori Roger (1962)
·
Roger (1962)à mengembangkan teori Lewin (1951) ttg 3 tahap perubahan dgn
menekankan pd latar belakang individu yg terlibat dlm perubahan &
lingkungan dimana perubahan tsb dilaksanakan.
·
5 tahap perubahan Roger à AIETA (Awareness, Interest, Evaluation, Trial, Adoption) à Kesadaran, Keinginan, Evaluasi,
Mencoba, Penerimaan
EX :
-
Kesadaran
Sadar ingin lebih
baik, maka dari itu langsung berubah
-
Keinginan
Dari kesadaran
tersebut timbul keinginan lebih rajin, banyak bertanya, agar mendapatkan nilai
IP yang bagus
-
Evaluasi
Setelah rajin
belajar maka diri kita harus mengevaluasi diri, agar lebih baik. Misalnya,
meningkatkan cara belajar kita.
-
Mencoba
Setelah mengevaluasi
diri maka kita harus mencoba untuk menerapkan.
-
Penerimaan
Menerima hasil dari
usaha tersebut. Jika baik maka harus dipertahankan jika kurang baik maka kita
harus meningkatkan cara belajar kita.
3.
Teori Lipitts (1973)
a.
Menentukan masalah
àsetiap
individu yg terlibat dlm perubahan hrs membuka diri & menghindari keputusan
sblm smua fakta dpt dikumpulkan.
Ex : biasanya
digunakan oleh kelompok untuk mencari masalah dengan tujuan untuk melakukan
perubahan dengan cara di lakukan diskusi.
b.
Mengkaji motivasi &
kapasitas perubahan
·
Smua org yg terlibat &
lingkungan yg tersedia hrs dikaji ttg kemampuan, hambatan yg mungkin timbul,
& dukungan yg akan diberikan.
·
Fokus perubahan pd tahap ini
adl mengidentifikasi faktor2 yg mendukung & menghambat terhadap proses
perubahan tsb.
EX : harus ada
dukungan, saran dan motivasi didalam kelompok tersebut.
c.
Mengkaji motivasi change
agent & sarana yg tersedia.
·
diperlukan suatu komitmen &
motivasi manajer dlm proses perubahan.
·
Pandangan manajer ttg perubahan
hrs dpt diterima oleh staff & dpt dipercaya.
·
Manajer hrs menunjukkan
motivasi yg tinggi & keseriusan dlm pelaksanaan perubahan dgn slalu
mendengarkan masukan2 dr staff & selalu mencari solusi yg terbaik.
EX : jika
elompokingin berubah maka kelompok tersebut harus mempuyai komitmen
d.
Menyeleksi tujuan
perubahan
·
Perubahan hrs sdh disusun sbg
suatu kegiatan scr operasional, teroroganisasi, berurutan, kpd siapa perubahan
akan berdampak, & kpn wkt yg tepat utk dilaksanakan.
·
Diperlukan target wkt &
perlu dilakukan uji coba sblm menentukan efektifitas perubahan.
EX : dari masala
tersebut harus mempunyai dampak perubhan yang lebih baik.
e.
Memilih peran yg sesuai
dilaksanakn oleh change agent.
·
Perlu adanya pemilihan
seorang pemimpin yg ahli dlm bidangnya.
·
Dpt memberikan masukan &
solusi yg terbaik dlm perubahan.
·
Perubahan akan berhasil dgn
baik apabila ant pemimpin & staff memiliki pemahaman yg sama &
kemampuan dlm melaksanakan perubahan tsb.
EX : yang mempin
harus ada yang ahli.
f.
Mempertahankan perubahan
yang telah dimulai
·
Sekali perubahan sdh
dilaksanakan, maka hrs dipertahankan dgn komitmen yg ada.
·
Komunikasi hrs terbuka &
terus diinformasikan agar stiap pertanyaan yg masuk & permasalahan yg tjd
dpt diambil solusi yg terbaik oleh kedua belah pihak.
EX : mempertahankan
dan meningkatkan seusuatu yang sudah ada
g.
Mengakhiri bantuan
·
Slama proses mengakhiri perubahan,
maka hrs selalu diikuti oleh perencanaan yg berkelanjutan dr seorang manajer.
·
Hal ini hrs dilaksanakan scr
bertahap agar individu yg terlibat mempunyai tgg jwb & dpt mempertahankan
perubahan.
·
Manajer hrs terus-menerus
bersedia mjd konsultan.
EX : jika ingin
berubah maka kita harus bisa jika sudah siap maka kita harus mandiri berfikir
dewasa, tidak harus bergantung pada orang lain.
D.
STRATEGI MEMBUAT PERUBAHAN
a.
Memiliki visi yang jelas
b.
Menciptakan budaya organisasi
tentang nilai2 moral & percaya kpd orang lain.
c.
Sistem komunikasi yg jelas,
singkat, dan sesering mungkin.
d.
Keterlibatan orang yang tepat.
E.
KUNCI SUKSES STRATEGI UNTUK
TERJADINYA PERUBAHAN YANG BAIK
a. Mulai dari diri sendiri
b. Mulai dari hal – hal yang kecil
c. Mulai dari sekarang
F. PEDOMAN UNTUK PELAKSANAAN PERUBAHAN
a.
Keterlibatan
b.
Motivasi
c.
Perencanaan
terncana
d.
Legitimasi
Hokum
yang berlaku, atau harus mempunyai ijin yang lebih kuat dan jelas atau luas
e.
Pendidikan
Jika
pendidikan lebih tinggi dan pengetahuan lebih luas maka mahasiawa tersebu lebih
cepat untuk melakukan perubahan diri
f.
Manajemen
baik
g.
Harapan
Agar
lebih baik lagi dan menghasilkan IP yang bagus
h.
Asuh (nurturen)
Jika
mahsiswa tersebut mempunyai kepribadian yang baik maka mahasiswa terasebut akan
dianggap baik oleh masyarakat atau lembaga
i.
Percaya (amanah)
G. HAMBATAN DALAM PERUBAHAN
a.
Ancaman kepentingan pribadi
Seorang
mahasiswa mencoba untuk merubah kebiasaan yang negatif, tetapi diancam oleh
teman nya.
b.
Persepsi yg kurang tepat
Pandangan
seorang mahasiswa terhadap sesuatu yang kurang tepat. Contoh (seorang laki –
laki jika tidak merokok maka kurang jentel, dan malu. Padahal jika berbicara
masalah kesehatan merokok dapat mengganggu kesehatan)
c.
Reaksi psikologis
EX
: jika tidak merokok maka pikiran kita tidak lancer, merokok adalah makanan
utama.
d.
Toleransi terhadap
perubahan rendah
Jika
seseorang melakukan perubahan hanya setengah-setengah (1/2), maka akan muda
terpengaruh.
e.
Kebiasaan
Jika
seseorang sudah terbiasa meokok makasulit untuk melakukan perubahan.
f.
Ketergantungan
Seseorang
yag ketergantungan dengan rokok maka orang
tersebut, tidak biasa di pisahkan dengan rokok
g.
Perasaan tidak aman
Ketika
sudah berhenti merokok , seseorang tersebut merasa asing,tidak bisa
menyesuaikan diri.
h.
Norma
Kebiasaan
yang buruk adalah etika yang tidak baik.
Langkah strategis dalam menghadapi trend – issues perubahan
keperawatan dimasa depan
Langkah strategis
dalam menghadapi trend-issue perubahan keperawatan dimasa depan
1.
Peningkatan pendidikan
bagi perawat “practicioners”
2.
Pengembangan ilmu keperawatan
3.
Perubahan paradigma
& lingkup riset keperawatan


0 komentar:
Posting Komentar