Text Select - Hello Kitty

Selasa, 09 Desember 2014



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Ilmu keperawatan didasarkan pada suatu teori yang sangat luas. Proses keperawatan adalah metode dimana suatu konsep diterapkan dalam praktik keperawatan. Keperawatan merupakan suatu bentuk layanan kesehatan professional yang merupakan bagian integral dari layanan kesehatan yang berdasarkan pada ilmu dan etika keperawatan.
Keperawatan sebagai bagian intergral dari pelayanan kesehatan, ikut menentukan mutu dari pelayanan kesehatan. Ilmu Keperawatan adalah suatu ilmu yang mempelajari pemenuhan kebutuhan dasar manusia mulai dari biologis, psikologis, social dan spiritual. Pemenuhan dasar tersebut diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan dalam praktik keperawatan profesional. Untuk tercapainya suatu keperawatan professional diperlukan suatu pendekatan, yang disebut “Proses Keperawatan” dan “Dokumentasi” keperawatan sebagai data tertulis yang menjelaskan tentang penyampaian informasi (komunikasi), penerapansesuaistandart praktik, dan pelaksanaan proses keperawatan.
Untuk menjalankan tugas keperawatan, banyak teori keperawatan yang digunakan, salah satunya adalah Hildegard E. Peplau. Model konsep dan teori keperawatan yang dijelaskan oleh Peplau menjelaskan tentang kemampuan dalam memahami diri sendiri dan orang lain yang menggunakan dasar hubungan antar manusia yang mencakup 4 komponen sentral yaitu klien, perawat, masalah kecemasan yang terjadi akibat sakit (sumberkesulitan) dan proses interpersonal.








1.2  Rumusan Masalah
1.2.1        Bagaimana biografi Hildegard E. Peplau?
1.2.2        Bagaimana pengertian keperawatan menurut Peplau?
1.2.3        Bagaimana Komponen spesifik dari proses keperawatan Peplau?
1.2.4        Bagaimana teori keperawatan dasar Peplau?
1.2.5        Apa saja peran perawat?
1.2.6        Bagaimana hubungan fase-fase Peplau dengan proses keperawatan?
1.2.7        Apa saja kelebihan dan kekurangan teori Peplau?
1.3  Tujuan Penulisan
1.3.1        Untuk mengetahui biografi Hildegard E. Peplau?
1.3.2        Untuk mengetahui pengertian keperawatan menurut Peplau.
1.3.3        Untuk mengetahui komponen spesifik dari proses keperawatan Peplau.
1.3.4        Untuk mengetahui teori keperawatan dasar Peplau.
1.3.5        Untuk mengetahui peran perawat.
1.3.6        Untuk mengetahui hubungan fase-fase Peplau dengan proses keperawatan
1.3.7        Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan teori Peplau.
1.4  Manfaat Penulisan
1.4.1        Dapat mengetahui biografi Hildegard E. Peplau.
1.4.2        Dapat mengetahui pengertian keperawatan menurut Peplau.
1.4.3        Dapat mengetahui komponen spesifik dari proses keperawatan Peplau.
1.4.4        Dapat mengetahui teori keperawatan dasar Peplau.
1.4.5        Dapat mengetahui peran perawat.
1.4.6        Dapat mengetahui hubungan fase-fase Peplau dengan proses keperawatan.
1.4.7        Dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan teori Peplau.






BAB II
LANDASAN TEORI

2.1    Biografi Hildegard E. Peplau
Hildegard E. Peplau (1909) lahir di Reading, Pennsylvania. Dr Peplau lulus dari program diploma keperawatan di Pottstown, Pennsylvania, pada tahun 1931. Dia lulus dari Bennington College dengan gelar BA dalam bidang Psikologi interpersonal pada tahun 1943, dan dari Columbia University di New York dengan MA dalam Keperawatan Psikiatri tahun 1947, dan Edd dalam Pengembangan Kurikulum pada tahun 1953. Pengalaman keperawatan Dr Peplau termasuk di rumah sakit swasta dan tugas umum dalam keperawatan jiwa. Dia telah mengajar pascasarjana keperawatan psikiatri selama bertahun-tahun dan merupakan Profesor Emeritus dari Rutgers University. Program keperawatan postbaccalaureate pertama di Eropa difasilitasi oleh Dr Peplau di Belgia.
Hildegard E. Peplau, yang dikenal sebagai “jiwa ibu menyusui” menerbitkan bukunya “hubungan interpersonal dalam keperawatan” 1952 . Ia juga menerbitkan banyak artikel dalam majalah-majalah professional dengan topic mulai konsep interpersonal sampai issue terkini dalam bidang keperawatan. Pampletnya “prinsip dasar bagi konseling keperawatan” yang berasal dari hasil penelitianya dan lokakaria (pengalaman kerja). Dr.Peplau telah bekerja pada berbagai organisasi, termasuk WHO, lembaga nasional kesehatan jiwa, dan kesatuan keperawatan. Ia juga mantan direktur eksekutif dan presiden persatuan Perawat Amerika dan anggota akademi keperawatan Amerika. Dia telah bekerja/melayani sebagai konsultan keperawatan bagi berbagai Negara-negara asing dan bagian bedah umum angkatan udara US.
Pensiun pada tahun 1974 dan masih aktif dalam keperawatan. Bukunya 1952 telah diterbitkan kembali 1988 (komunikasi pribadi, November 4, 1987). Kontribusinya yang banyak bagi keperawatan adalah hasil kualitas rintisanya dalam komunikasi dan persepsinya mengenai keperawatan. Hildegrad Peplau menerbitkan bukunya hubungan antar-pribadi (interpersonal) dalam keperawatan, sehubungan dengan bukunya “teori parsial untuk praktek keperawatan” Peplau membahas mengenai tahap-tahap proses hubungan antar-pribadi, peran dalam kerja keperawatan, dan metode-metode dalam mempelajari keperawatan sebagai satu proses interpersonal.

2.2    Pengertian Keperawatan Hildegard E. Peplau
Keperawatan adalah terapeutik yang artinya suatu seni menyembuhkan, menolong individu yang sakit atau membutuhkan pelayanan kesehatan. Keperawatan dapat dipandang sebagai satu proses interpersonal karena melibatkan interaksi antara dua atau lebih individu dengan tujuan yang sama. Dalam keperawatan tujuan bersama ini akan mendorong kearah proses terapeutik dimana perawat dan pasien saling menghormati satu dengan yang lain sebagai individu, kedua-duanya mereka belajar dan berkembang sebagai hasil dari interaksi. Belajar menempatkan diri saat individu mendapat stimulus dalam lingkungan dan berkembang penuh sebagai reaksi kepada stimulus tersebut.
Untuk mencapai tujuan ini atau tujuan-tujuan yang lain di capai melalui penggunaan serangkaian langkah-langkah dan pola yang pasti. Saat hubungan perawat dan pasien berkembang pada pola terapeutik ini, ada cara yang fleksibel dimana fungsi perawat dalam berpraktek – dengan membuat penilaian – dengan keahlian yang didapatkan melalui ilmu pengetahuan, dengan menggunakan kemampuan teknis dan peran asumsi.
Ketika perawat dan pasien mengidentifikasi satu masalah pertama kalinya dan mulai fokus pada tindakan yang tepat, pendekatan yang dilakukan melalui perbedaan latar belakang dan keunikan individu. Setiap individu dapat pandang sebagai satu struktur yang unik bio-psyko-spri-sos yang satu dengan yang lain tidak bertentangan. 
Perawat dan klien bekerja sama dan hasilnya akan saling mengenal dan akan matang secara proses. Peplau memandang keperawatan sebagai “ kekuatan yang matang dan instrument yang mendidik”. Dia percaya bahwa keperawatan adalah hasil pengalaman belajar mengenai diri sendiri dan orang lain yang terlibat dalam hubungan interpersonal. Konsep ini didukung oleh Genevieve Burton (1950) penulis lain tentang keperawatan mengatakan : “ tingkah laku orang lain harus dimengerti agar dapat mengerti diri sendiri secara jelas”. Orang-orang yang tersentuh dengan diri sendiri akan lebih sadar terhadap berbagai ragam jenis reaksi bujukan individu yang lain.
Sebagai perawat ialah mengarahkan pasien untuk penyelesaian masalah yang dihadapi setiap hari, sehingga metode dan prinsip-prinsip yang digunakan dalam berpraktek secara professional akan meningkat secara efektif. Setiap permasalahan akan mempengaruhi kepribadian perawat dan meningkatkan professionalisme. Inilah cirri diri perawat yang memiliki perubahan langsung dalam terapeutik, hubungan interpersonal.

2.3         Komponen spesifik dari proses keperawatan Peplau
2.3.1    Fase orientasi, lebih difokuskan untuk membantu pasien menyadari ketersediaan bantuan dan rasa percaya terhadap kemampuan perawat untuk berperan serta secara efektif dalam pemberian askep pada klien. Pada tahap ini perawat dan klien melakukan kontrak awal untuk membangun kepercayaan dan terjadi proses pengumpulan data.
2.3.2    Fase identifikasi, Terjadi ketika perawat memfasilitasi ekspresi perilku pasien dan memberikan asuhan keperawatan. Respon pasien pada fase identifikasi dapat berupa :
a.       Partisipasi mandiri dalam hubungannya dengan perawat.
b.      Individu mandiri terpisah dari perwat.
c.       Individu yang tak berdaya dan sangat tergantung pada perawat.
d.      Pada tahap identifikasi ini peran perawat apakah sudah melakukan atau bertindak sebagai fasilitator yang memfasilitasi ekspresi perasaan klien serta melaksanakan asuhan keperawatan.
2.3.3    Fase eksplorasi, memungkinkan suatu situasi dimana pasien dapat merasakan nilai hubungan sesuai pandangan/persepsi terhadap situasi. Fase ini merupakan inti hubungan dalam proses interpersonal. Dalam fase ini perawat membantu klien dalam memberikan gambaran kondisi klien dan seluruh aspek yang terlibat didalamnya.
2.3.4    Fase resolusi, dimana perawat berusaha untuk secara perlahan kepada klien untuk membebaskan diri dari ketergantungan kepada tenaga kesehatan dan menggunakan kemampuan yang dimilikinya agar mampu menjalankan secara sendiri.

2.4    Teori keperawatan dasar Peplau
2.4.1    Teori dapat saling berhubungan sedemikian rupa untuk menciptakan cara berbeda dalam memandang suatu fenomena tertentu. Fase orientasi, identifikasi, eksploitasi dan resolusi saling berhubungan komponen yang berbeda dari setiap tahap. Keterkaitan ini menciptakan perspektif yang berbeda dari interaksi perawat-pasien dan transaksi pelayanan kesehatan. Interaksi perawat-pasien dapat berlaku untuk konsep manusia, kesehatan masyarakat dan keperawatan. Misalnya, dalam fase orientasi ada komponen perawat, pasien, orang asing, masalah dan kecemasan.
2.4.2    Teori harus logis di alam. Teori Peplau menyediakan cara yang logis sistematis melihat situasi keperawatan. Keempat fase progresif dalam hubungan perawat-pasien yang logis, dimulai dengan kontak awal dalam fase orientasi dan berakhir dengan terminasi fase resolusi. Konsep kunci dalam teori seperti kecemasan, ketegangan, tujuan dan frustrasi yang jelas didefinisikan dengan hubungan eksplisit antara mereka dan fase progresif.
2.4.3    Teori harus relatif sederhana namun digeneralisasikan. Fase memberikan kesederhanaan dalam hal perkembangan alami dari hubungan perawat-pasien. Kesederhanaan ini menyebabkan kemampuan beradaptasi dalam setiap interaksi perawat-pasien, sehingga memberikan generalisasi. Sifat dasar keperawatan masih dianggap sebagai proses interpersonal.
2.4.4    Teori dapat menjadi basis untuk hipotesis yang dapat diuji. Teori Peplau telah dihasilkan hipotesis diuji. Sebagian besar penelitian telah berpusat di sekitar konsep kecemasan, bukan hubungan perawat-pasien yang merupakan inti dari pekerjaannya.

2.5    Peran Perawat
a.    Mitra kerja perawat menghadapi klien seperti tamu yang dikenalkan pada situasi baru. Sebagai mitra kerja, Hubungan P-K merupakan hubungan yang memerlukan kerja sama yang harmonis atas dasar kemitraan sehingga perlu dibina rasa saling percaya, saling mengasihi dan menghargai.
b.    Narasumber (resources person) memberikan jawaban yang spesifik terhadap pertanyaan tentang masalah yang lebih luas dan selanjutnya mengarah pada area permasalahan yang memerlukan bantuan. perawat mampu memberikan informasi yang akurat, jelas dan rasional kepada klien dalam suasana bersahabat dan akrab.
c.    Pendidik (teacher) merupakan kombinasi dari semua peran yang lain. Perawat harus berupaya memberikan pendidikan, pelatihan, dan bimbingan pada klien/keluarga terutama dalam megatasi masalah kesehatan.
d.   Kepemimpinan (leadership) mengembangkan hubungan yang demokratis sehingga merangsang individu untuk berperan. Perawat harus mampu memimpin klien/keluarga untuk memecahkan masalah kesehatan melalui proses kerja sama dan partisipasi aktif klien.
e.    Perngasuh pengganti (surrogate) membantu individu belajar tentang keunikan tiap manusia sehingga dapat mengatasi konflik interpersonal. Perawat merupakan individu yang dipercaya klien untuk berperan sebagai orang tua, tokoh masyarakat atau rohaniawan guna membantu memenuhi kebutuhannya
f.     Konselor (consellor) meninhgkatkan pengalaman individu menuju keadaan sehat yaitu kehidupan yang kreatif, konstruktif dan produktif. Perawat harus dapat memberikan bimbingan terhadap masalah klien sehingga pemecahan masalah akan mudah dilakukan.

2.6 Hubungan Fase-Fase Peplau Dengan Proses Keperawatan
PROSES KEPERAWATAN
FASE-FASE PEPLAU
Pengkajian
Pengumpulan data dan analisis. Tidak perlu selalu berarti “kebutuhan yang dirasakan” mungkin perawat dimulai.

Orientasi
Perawat dan pasien sebagai orang yang asing, pertemuan diawali oleh pasien yang mengekspresikan perasaan butuh, bekerja sama mengenali dan menentukan masalah
Diagnosa Keperawatan
Ringkasan pernyataan berdasarkan analisis.
Pasien menjelaskan perasaan butuh
Perencanaan
Saling menetapkan tujuan.


Identifikasi
Meletakkan tujuan yang interpendent, pasien mempunyai perasaan memiliki dan merespons secara selektif untuk memenuhi kebutuhannya
Implementasi
Rencana memulai ke arah pencapaian tujuan yang saling ditetapkan.Dapat dicapai dengan perawatan pasien, kesehatan profesional, atau keluarga pasien.
Eksploitasi
Pasien secara selektif mencari siapa yang dapat memberi inisiatif oleh pasien.


Evaluasi
Berdasarkan saling didirikan perilaku akhir yang diharapkan. Dapat menyebabkan penghentian atau inisiasi rencana baru.
Resolusi
Terjadi setelah fase-fase yang lain sukses secara lengkap kemudian dilakukan pengakhiran hubungan.

Perawatan menurut Peplau, termasuk klarifikasi dari informasi dokter, serta pengumpulan data tentang pasien yang mungkin menunjukkan masalah daerah lainnya. Hari ini, bagaimanapun, dengan peran keperawatan diperluas, kami telah praktisi perawat independen yang mungkin atau tidak mungkin merujuk pasien ke dokter, tergantung pada kebutuhan pasien. Melalui peran diperluas seperti ini, keperawatan menjadi lebih akuntabel dan bertanggung jawab memberikan kemerdekaan keperawatan profesional yang lebih besar. Proses keperawatan menyediakan modus untuk mengevaluasi kualitas asuhan keperawatan yang diberikan yang merupakan inti dari akuntabilitas hukum.
Peplau memberikan variabel dalam situasi keperawatan sebagai kebutuhan, frustrasi, konflik dan kecemasan. Variabel-variabel ini harus ditangani untuk pertumbuhan yang terjadi, sebagai perawat memfasilitasi perkembangan yang sehat dari kepribadian masing-masing. Hal ini mudah dilihat bahwa Peplau dipengaruhi oleh beberapa teori waktu, terutama teori Harry S. Sullivan interpersonal dan teori Sigmund Freud tentang psikodinamika.
Dalam keperawatan saat ini, variabel seperti dinamika intrafamily, kekuatan sosial ekonomi (misalnya, sumber daya keuangan), pertimbangan ruang pribadi dan sumber daya pelayanan masyarakat sosial harus diperhitungkan untuk setiap pasien. Variabel-variabel ini memberikan perspektif yang lebih luas untuk melihat situasi keperawatan daripada faktor pribadi Peplau dari kebutuhan, frustrasi, konflik dan kecemasan. Saat ini, bahkan keluarga, kelompok atau komunitas dapat secara kolektif didefinisikan sebagai pasien.
Perawatan juga telah memperluas perspektif dalam membantu pasien mencapai potensi kesehatan lebih lengkap melalui penekanan lebih besar pada pemeliharaan kesehatan dan promosi. Martha Rogers menyatakan, “Pemeliharaan dan promosi kesehatan, pencegahan penyakit, diagnosis keperawatan, intervensi, dan rehabilitasi mencakup lingkup tujuan jompo”. Perawat secara aktif mencari untuk mengidentifikasi masalah kesehatan di berbagai komunitas dan pengaturan kelembagaan ini.

2.7 Kelebihan dan Kekurangan Teori Peplau
2.7.1 Kelebihan:
a.     Dapat meningkatkan kejiwaan pasien untuk lebih baik.
b.    Dapat menurunkan kecemasan klien dalam teori keperawatan.
c.     Dapat memberikan asuhan keperawatan yang lebih baik.
d.    Dapat medorong pasien untuk lebih mandiri.
2.7.2 Kekurangan:
Hanya berfokus pada kewajiban pasien dalam penyembuhannya.









BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Keperawatan adalah terapeutik yaitu satu seni menyembuhkan, menolong individu yang sakit atau membutuhkan pelayanan kesehatan. Peplau memandang keperawatan sebagai “ kekuatan yang matang dan instrument yang mendidik”. Sebagai perawat ialah mengarahkan pasien untuk penyelesaian masalah yang dihadapi setiap hari, sehingga metode dan prinsip-prinsip yang digunakan dalam berpraktek secara professional akan meningkat secara efektif.
Tujuan keperawatan adalah untuk mendidik klien dan keluarga dan untuk membantu klien mencapai kemantapan pengembangan kepribadian. Teori dan gagasan Peplau dikembangkan untuk memberikan bentuk praktik keperawatan jiwa. Oleh sebab itu perawat berupaya mengembangkan hubungan antara perawat dan klien dimana perawat bertugas sebagai narasumber, konselor dan wali.
3.2 Saran
Diharapkan pembaca dapat menambah wawasannya dalam mengembangan ilmu keperawatan di Indonesia. Setelah mengetahui tentang teori dan konsep Hildegard E. Peplau ini penulis mengharapkan pembaca dapat merawat dan memberi pelayanan yang baik kepada pasien.










DAFTAR PUSTAKA